RODA PEMERINTAHAN TAK BOLEH CUMAN BERPUTAR KOSONG – Dr. Kusbani Resmi Gantikan Dra. Bayana Sebagai Sekda Kota Metro

IMG_20260221_045049

METRO,–DigitalMedia – Pemerintah Kota Metro akhirnya mengambil langkah yang seharusnya sudah dilakukan jauh lebih awal: melaksanakan serah terima jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menyelamatkan birokrasi yang mulai terkesan lesu dan tidak responsif. Jumat (20/02/2026), Dr. Kusbani, S.Pd., M.Pd. dilantik menggantikan Dra. Bayana, M.Si., dalam prosesi sertijab yang terkesan lebih seperti formalitas ketimbang langkah transformatif di ruang kerja Wali Kota Metro.

Pergantian di posisi kunci ini tidak boleh hanya berhenti pada pergantian wajah dan tanda tangan di berkas resmi. Birokrasi kota telah lama terjebak dalam rutinitas yang lamban, penuh dengan prosedur yang tidak efisien, dan gagal menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat Metro – mulai dari kemacetan yang tak kunjung terselesaikan hingga layanan publik yang sulit dijangkau.

Dra. Bayana, yang selama ini menjabat sebagai Penjabat Sekda, kini berpindah menjadi Inspektur Provinsi Lampung. Meskipun pihak kepemimpinan mengklaim dia berhasil menjaga ritme pemerintahan tetap berjalan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa koordinasi antar perangkat daerah seringkali terputus, dan banyak kebijakan yang hanya sebatas slogan tanpa implementasi yang nyata – semua itu terjadi meskipun beban tugas administratif terus meningkat tanpa adanya perbaikan sistem yang substansial.

Dalam pidatonya di depan para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Wali Kota Metro memberikan apresiasi yang terkesan baku pada dedikasi Bayana. Namun yang lebih penting adalah perlu ditegaskan: arah kebijakan dan ritme kerja birokrasi tidak boleh hanya “dipacu” secara verbal, melainkan harus diwujudkan dengan tindakan nyata yang bisa dirasakan masyarakat. Tidak ada lagi ruang untuk kompromi dengan sistem yang lamban dan tidak akuntabel.

Penunjukan Dr. Kusbani sebagai Pelaksana Harian Sekda harus menjadi titik balik yang sebenarnya. Kota Metro tidak hanya membutuhkan figur yang mampu mengurus urusan administratif semata, melainkan pemimpin yang berani melakukan reformasi mendasar, mempercepat respon terhadap keluhan masyarakat, dan memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh akar masalah – bukan hanya mengejar target angka yang tidak berarti.

Dengan perubahan ini, Pemerintah Kota Metro harus berhenti sekadar mengumumkan komitmen kosong. Saatnya membuktikan bahwa mereka mampu menjalankan tata kelola pemerintahan yang kuat, profesional, dan benar-benar berfokus pada kepentingan masyarakat luas – bukan hanya memelihara status quo birokrasi yang sudah ketinggalan zaman.Red